Rabu, 19 Juni 2013

MENGATUR NADA BICARA

Coba kita perhatikan orang-orang di sekeliling kita. Coba perhatikan ketika kita berbicara atau orang lain berbicara. Ada kalanya kita memperhatikan ada seseorang yang berbicara terlalu pelan, sehingga kita tidak dapat mendengar dengan jelas. Selanjutnya kita meminta untuk mengulang apa yang dia sampaikan. Hal ini, salah satu komunikasi yang kurang efektif. Adakalanya ada seseorang yang berbicara terlalu cepat, karena terlalu cepatnya sehingga kita sulit untuk menangkap apa yang dia bicarakan. Akhirnya kita meminta untuk mengulang apa yang dia sampaikan. Itu komunikasi yang tidak efektif. Kita juga sering berkomunikasi dengan seseorang yang nada bicaranya monoton sehingga membosankan. Itu komunikasi yang tidak efektif. Dalam berkomunikasi walaupun apa yang disampaikan menarik tetapi alunan suaranya tidak menarik maka komunikasi itu kurang menarik. Apalagi jika subtansi yang dibicarakan tidak menarik jadi lebih tidak menarik lagi. Dampkanya adalah materi yang disampaikan tidak dapat di transfer dengan baik. 

Untuk menjembatani hal tersebut, perlu kita mengatur nada bicara kita. Pengaturan nada bicara kita, memiliki urgensi agar pesan yang ingin kita sampaikan dipahami dan ketahui oleh partner bicara kita. Jika kita adalah orang yang terlalu pelan suaranya maka kita harus belajar untuk lebih keras dalam bicara. Kalau kita adalah orang yang bicaranya terlalu cepat maka kita perlu memperlambat nada bicara kita. Namun demikian kita perlu mengatur nada bicara agar tidak terlalu cepat, terlalu keras, terlalu lambat atau terlalu pelan. Pastikan suara kita pada kondisi ideal. Selain itu agar kita mampu berbicara efektif maka kita perlu ada penekanan-penekanan apa yang kita sampaikan. Kata-kata yang mendapat tekanan nada adalah kata-kata yang menurut kita penting. Kenapa demikian, karena kata yang diberi tekanan itulah yang akan mudah diingat oleh lawan bicara kita. Itulah inti pesan yang ingin kita sampaikan. Yang terpenting lagi dalam berbicara ada jeda. Setiap pesan demi pesan yang kita sampaikan hendaknya memiliki jeda. Kita mengharapkan lawan bicara kita memiliki waktu yang cukup untuk menangkap dan mengolah setiap pesan yang kita sampaikan. Jeda memberikan waktu yang cukup agar pesan tersebut benar-benar ditangkap dan dipahami.

Kita juga dapat mengatur irama nada bicara kita. Misalnya kita dapat mengatur irama sedikit lebih pelan, sedikit lebih cepat, sedikit lebih tinggi dan sedikit lebih rendah. Kita harus mengetahui dan memahami kapan kita mengatur nada bicara kita agar pesan yang kita sampaikan itu lebih menarik. 

Nah, sekarang bagaimana kita mengetahui sejauhmana kualitas nada bicara kita?. Kita bisa lakukan di depan cermin kamar kita. Kita perhatikan bagaimana wajah kita, kita perhatikan mimik kita, kita mendengarkan suara kita sendiri. Kita ukur kualitas diri kita. Semakin kita terus berlatih semakin mahir kita dalam mengolah pesan dan mengatur irama nada. Cara yang lain adalah mintalah respon kawan kita sejauhmana kualitas kita. Semakin mampu kita dalam melakukan komunikasi maka semakin baik kualitas pesan yang disampaikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar